[breadcrumb]

Gerakan dan Sejarah Tari Bungong Jeumpa Asal Aceh

Saturday, September 10th 2022. | General

Tari bungong jeumpa adalah tarian tradisional yang berasal dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), yang sangat kental dengan nilai-nilai ajaran agama Islam. Selain itu merupakan hasil kolaborasi gerakan tari dengan lagu yang mengiringinya.

Arti nama “Bungong Jeumpa” dalam bahasa Aceh adalah bunga cempaka. Jadi, tarian ini disebut sebagai Tari Bunga Cempaka.

Tari bungong jeumpa ini menjadi salah satu tarian tradisional yang sangat populer di Indonesia dan sering ditampilkan pada acara-acara resmi sebagai tarian pembuka. 

Kepopuleran tarian ini dikarenakan gerakan tariannya yang unik dan menarik. Selain itu, memiliki ritme dan ketukan yang khas sehingga menjadikannya sebagai tarian yang berbeda dengan tarian tradisional lainnya.

Gerakan Tari Bungong Jeumpa

Formasi gerakan dalam tarian ini dilakukan berkelompok dengan cara duduk dan berdiri. Gerakannya juga hampir sama dengan tari Saman. Untuk gerakannya terdapat beberapa pola yang masing-masing memiliki arti khusus, yaitu:

1. Gerakan Pancat

Gerakan pancat adalah gerakan dasar dari tari bungong jeumpa. Untuk memulai gerakan ini, kamu harus berdiri tegak untuk mempersiapkan tubuh. 

Kemudian kedua telapak tangan diletakkan tepat di depan dada. Polanya hampir sama dengan orang yang sedang bertapa dalam posisi berdiri. 

Sambil berdiri, penari berjalan menuju ke arah kanan dan ke arah kiri, lalu berjalan maju mundur dan setiap gerakannya harus dilakukan mengikuti ritme musik sesuai dengan alur tempo.

Selain gerakan dasar yang sesuai, ekspresi wajah juga harus diperhatikan oleh penari agar membuat penonton terkesima.

2. Gerakan Mandhak

Gerakan mandhak merupakan gerakan dimana posisi tangan kanan memegang siku sebelah kiri secara bergantian. Jadi setelah tangan kanan memegang siku sebelah kiri, maka tangan kiri memegang siku sebelah kanan. Begitu juga seterusnya.

Kemudian, gerakkan posisi jari tangan seperti sedang memetik gitar dengan posisi tubuh bergeser ke sebelah kiri dua langkah dan ke sebelah kanan dua langkah. 

3. Gerakan Ngrayung

Gerakan ngrayung adalah adalah gerakan dimana ibu jari akan mengacung, sedangkan keempat jari lainnya dirapatkan semua. Kemudian kamu akan menghadapkan kedua telapak tangan ke arah atas dan bawah. 

Gerakan ini dilakukan para penari dengan hitungan 4 x 8 dan dilakukan dua kali ke arah kanan dan dua kali ke arah kiri sampai hitungan selesai.

4. Gerakan Lutut

Gerak lutut adalah gerakan dalam tari bungong jeumpa yang membentuk lingkaran seperti bulan pada kedua tangan. Lalu sang penari menjalankan aksi jalan di tempat seperti gerakan orang baris berbaris. 

Saat melakukan gerak lutut ini, penari harus bisa menjaga supaya semua lutut tetap stabil saat sedang bergerak jalan di tempat. Gerakan ini cukup simple sebenarnya tapi tetap harus dilakukan sesuai dengan hitungan 4 x 8.

5. Gerakan Wirasa

Gerakan wirasa mengharuskan kamu untuk meletakkan tangan di bahu sambil berjalan lurus dengan gerakan turun secara perlahan. 

Pemberian gerakan ini sama dengan nama gerakan wirasa karena harus memberikan rasa di antara gerakan dan iringan lagu bungong jeumpa yang mengiringinya.

6. Gerakan Pandeleng

Gerakan pandeleng adalah gerakan yang mengharuskan untuk memegang bahu kanan dengan tangan kiri. Sementara tangan kanan akan memegang bagian pinggang sebelah kiri. Gerakan ini pun dilakukan secara bergantian.

Ketika melakukan gerakan ini, kamu harus mengatur sorot mata dan gerakan kepala agar tersinkron dengan baik.

7. Gerakan Solah

Gerakan solah adalah gerakan dimana kamu harus menepukkan kedua tangan di depan kemudian ke arah atas kepala dan juga dada. Agar bisa melakukan gerakan ini, kamu harus memiliki kepekaan tinggi terhadap iringan lagu hingga gerakannya bisa tepat.

8. Gerakan Penutup

Gerakan penutup ini mirip seperti gerakan pancat. Gerakan ini dilakukan untuk mengucapkan terima kasih kepada orang yang sudah mau menyaksikan pertunjukan tari tersebut.

Alat musik yang mengiringi tarian ini adalah gitar, seruling, drum dan piano. Kalau kamu sedang berada di Aceh, rasanya sayang sekali kalau kamu melewatkan tarian yang satu ini. 

Karena tarian khas Aceh ini sangat layak untuk ditonton dengan iringan lagu bungong jeumpa yang mendayu indah. 

Sejarah Tari Bungong Jeumpa

Tari bungong jeumpa adalah sebuah warisan kesenian yang berasal dari Aceh. Tarian ini sangat populer di kerajaan Aceh karena menjadi salah satu  tarian resmi yang ditampilkan dalam berbagai acara kerajaan. 

Pada saat itu, Raja Aceh sangat percaya bahwa tarian ini bisa membawa rezeki yang besar untuk kerajaannya.

Oleh karena itu, hampir di setiap lingkungan di Aceh pada masa kejayaan Kerajaan Jeumpa selalu ditanami dengan bunga cempaka. Bunga cempaka yang ditanam berwarna kuning.

Bunga cempaka menjadi pilihan diantara jenis bunga yang sangat disukai oleh kerajaan Aceh dan bunga ini menjadi representasi tarian bungong jeumpa. 

Dalam sejarahnya, tarian ini muncul sebagai ritual mencari rezeki, sehingga melahirkan sebuah lagu berjudul bungong jeumpa yang populer sekitar 7 Masehi. Pada masa itulah tarian ini diperkenalkan di wilayah kerajaan Aceh.

Tarian ini juga digunakan sebagai musik utama untuk mengiringi para penari Aceh. Gerakan tari yang diperagakan juga sangat unik dan memiliki makna tersendiri sampai saat ini.

Fungsi Tari Bungong Jeumpa

  • Menceritakan kisah bagaimana masyarakat Aceh memiliki keindahan dan semangat yang tinggi dalam hidup.
  • Menjadi tradisi dari beberapa acara adat seperti acara khitanan, upacara pernikahan dan acara adat lainnya.
  • Menjadi sarana promosi kebudayaan Aceh kepada para wisatawan, mulai dari gerakannya yang penuh filosofi, busananya yang khas Aceh dan juga berbagai properti yang dipakai.

Makna Tari Bungong Jeumpa

Tari bungong jeumpa melambangkan semangat dan menjadi kebanggan bagi masyarakat Aceh. Dengan memadukan antara gerakan badan dan disertai dengan iringan lagu yang sama, yaitu Bungong Jeumpa.

Lagu ini juga pernah mengiringi tarian Ratoh Jaroe untuk Opening Ceremony Asian Games 2018 lalu. Sehingga Bunga Jeumpa memberi pengaruh yang baik dan menjadi simbol keharuman bagi masyarakat Aceh.

Biasanya tarian ini ditampilkan saat acara-acara adat seperti pernikahan, acara pertunjukan dan penyambutan tamu-tamu penting. Tarian ini juga menjadi media untuk memperkenalkan tradisi yang ada di Aceh.

Karena penari biasanya mengenakan pakaian adat Aceh. Selain itu properti yang digunakan juga sangat erat hubungannya dengan budaya Aceh, misalnya selendang, hiasan kepala dan aksesori lainnya.

Biasanya dalam menampilkan tarian ini dilakukan secara berkelompok, karena menggambarkan keindahan yang disusun rapi dari sikap kekompakan, kesungguhan, kebersamaan, saling menghargai dan kedisiplinan.

Selain itu, formasi yang disatukan dalam tarian ini juga menciptakan keindahan budaya sehingga bisa memanjakan mata bagi yang menyaksikannya. 

Sebagai salah satu warisan budaya yang ada di Indonesia, sudah saatnya kita untuk mengenalkan budaya tersebut khususnya untuk para generasi millennial.